Delik Tunduhan Jaksa Yulianto Tak Terpenuhi, Kasus SMS Hary Tanoe Tak Layak Dilanjutkan

detik com Jaksa Yulianto terus mempermasalahkan SMS yang dikirimkan bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) kepadanya. Padahal Hary Tanoe sudah mengatakan bahwa dirinya tidak mengancam, sebab tujuan SMS itu adalah untuk mengkritisi hukum di Indonesia agar transparan dan berkeadilan.

Senada dengan Hary Tanoe, Praktisi Hukum Tony Akbar Hasibuan menilai SMS itu bukanlah suatu ancaman. Bahkan ia berpendapat aduan Yulianto ke Bareskrim akan mandek. Sebab, tidak terpenuhi unsur delik yang dituduhkan.

detik com Jadi untuk menjerat perbuatan orang itu masuk sebagai perbuatan pidana, itu ya harus terbukti unsur delik dalam pasal yang dituduhkan. Nah salah satu unsur dalam Pasal 29 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE itu kan menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi, ucap praktisi hukum jebolan Universitas Indonesia tersebut.

Namun unsur menakut-nakuti ini, kata Tony tidak terpenuhi. “Nah karena tidak terpenuhinya salah satu unsur itu maka tidak layak perkara itu dilanjutin,” tambahnya.

Sebelumnya Pengamat Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda juga mengatakan, seharusnya isi pesan SMS dan Whatsapp Hary Tanoe tersebut tak perlu dipolisikan sebab tak mengandung unsur ancaman.

“SMS itu kan cuma curhatan,” kata Chairul kepada Okezone beberapa waktu lalu. detik com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *