Euro 2016 Bisa Jadi Turnamen Terakhir Generasi Emas Spanyol

Demikian yang tersirat dari ucapan salah satu eks pemain internasional Italia, Mauro Tassotti. Menurutnya, Spanyol memang sangat dominan di Eropa, baik di level klub maupun internasional. Namun, generasi emas La Roja sudah sampai di titik penghabisan.
Duel Spanyol vs Italia di 16 besar Euro 2016 adalah final yang terlalu cepat. Kesalahan Spanyol yang kalah dari Kroasia di pertandingan terakhir, memaksa sang juara bertahan keluar sebagai runner-up grup. Di sinilah, Italia yang juara Grup C, bisa melahap La Roja.
Mauro Tasotti adalah sosok yang pernah begitu disorot dalam duel Italia vs Spanyol. Di Piala Dunia 2014, aksi sikutan Tasotti sempat membuat hidung Luis Enrique bocor. Kala itu, Spanyol masihlah juara tanpa mahkota. Mereka belum pernah juara dunia, dan baru sekali jadi kampiun Eropa.
Namun sejak saat itu segalanya berubah. Spanyol merebut Euro 2008 dan 2012, plus Piala Dunia 2010. Tassotti mengakui, La Roja memang melesat jauh dalam rentang lebih dari dua dasawarsa terakhir.

Sepakbola Spanyol berkembang jauh sejak saat itu (Piala Dunia 1994). Final Liga Champions edisi terakhir (2016) antara dua tim Spanyol adalah bukti. Meskipun demikian generasi saat ini, menurut saya, adalah akhir dari siklus mereka.
Ucapan Tassotti ini merujuk pada semakin tuanya para pemain di generasi emas Spanyol. Malahan Xabi Alonso, Xavi, Fernando Torres, David Villa, dan Marcos Senna sudah pensiun dari timnas. Yang tersisa adalah Iker Casillas yang jadi cadangan David De Gea, Andres Iniesta, Sergio Ramos, hingga Gerard Pique.
Nah, apakah duel Spanyol kontra Italia akan membuktikan ucapan MauroTassotti tersebut? Bahwa, generasi emas La Roja memang sudah tiba di penghabisan?

acb-2011.org live casino Sumber: Sidomi