Indra Sjafri dan Komentar Miring Netizen

BERITA TERKAIT Persija Bisa Jadi Hanya Diisi Pemain Tak Berkualitas Musim Depan, Persija Belum Pasang Target Soal Target Persija Musim Depan Tergantung Home Base Dua Legiun Asing Ini Dipertahankan Persija INDOPOS.CO.ID – Pasca kekalahan ketiga secara beruntun melawan Persela Lamongan Kamis (13/10) lalu, netizen kembali menghujat permainan buruk Bali United di media sosial seperti di akun instagran @baliutd maupun fanpages Bali United FC di facebook. Bahkan, muncul kembali tagar #indrasjafriOut di instagram. Bukan hanya tagar seperti itu, banyak juga netizen yang berkomentar miring seperti akun bernama @sang_adhi19. Di akun instagram Bali United dirinya bercuit, “Engken ne bli…. #indrasjafri angkat koper aja,” tulisnya. Akun tersebut juga menambahkan komentar kembali, “ Sing be tawang engken kenehne @indrasjafri,” tambahnya dalam komentar tersebut. Lain halnya dengan akun bernama yoga_day91. Dia menyindir harga tiket Stadion Kapten I Wayan Dipta yang mahal dengan kekalahan tiga kali beruntun yang dialami Serdadu Tridatu. “Tiket mael main jelek #turunkanhargatiket,” tulisnya. @adi_muliasanjaya juga berkomentar miring yang mengaitkannya dengan pembinaan usia dini. “Duh memalukan,, bes liu ngurusin sekolah sepak bola, BU sing runguangne. Ntabb,” tulisnya. @bountet182 juga berkomentar pedas. “ Semangat di mulut.. Tapi tindakan tidak ada,” t ulisnya. Akun bernama @dewaminxco lebih pedas lagi berkomentar. “Sire sane uning dados pelatih bola …??? Durus ganti IS.. Nyen nawang BU nyak menang truzzz…wkwkwkwkwk,” tulis akun tersebut di instagram Bali United. Ada yang lebih frontal lagi berkomentar seperti akun @apelmanalagi20. “ Saya tunggu jiwa ksatria anda sebagai pelatih. Kekalahan beruntun berani untuk mundur. Jangan hanya mencari keuntungan saja. Ini tentang masalah harga diri Bali,” cuitnya. Selain itu, akun @bayu_dubbles berkata: “Sumpah kecewa. Neng bedik sing ada rasa bangga!!!,” tulisnya. Menanggapi cacian, makian, dan hujatan para suporter di media sosial, Manajer Bali United Indra Sjafri mengatakan, apa yang dilontarkan suporter di media sosial dibairkan saja. “Biarkan saja mereka berkata seperti apa,” terangnya saat dihubungi Jumat (14/10). Menurutnya, jika banyak suporter yang mengkritik Bali United dan dirinya di media sosial, hal tersebut harus disikapi dengan bekerja keras. “Kalau media mengkritik, saya menyikapinya dengan bekerja keras,” ungkap pelatih asal Padang tersebut. Terkait ancaman suporter yang mengatakan jika Bali United kalah lagi saat melawan Persela, bukan tidak mungkin suporter yang mendukung Bali United ketika bermain di kandang akan berkurang pun disikapi dengan lugas oleh Indra Sjafri. “Kalau suporter berkata demikian, berarti itu bukan sikap yang bijak dong ,” tuturnya. Indra Sjafri menambahkan, para suporter hanya ingin melihat Bali United bisa memenangkan pertandingan saja. Jika Bali United kalah, para suporter tidak akan mendukung kembali. “Tim kami mengalami kesulitan, para suporter lari. Ini kurang bagus dan kurang bijak,” ungkapnya. Lantas apakah hal tersebut bisa berdampak pada mental pemain? dirinya mengungkapkan jika hal tersebut sama sekali tidak akan berpengaruh terhadap mental anak asuhnya di lapangan jika memang hal tersebut terjadi. “Tidak akan ada masalah mental. Janji saya tetap 10 besar dan kemungkinan besar bisa terwujud. CEO kami (Yabes Tanuri, red) berpesan jika Bali United tidak boleh berada di peringkat 16, 17, atau 18,” jelasnya. (lit/jpg)

Sumber: Indopos