Berita Terkini: ISIS Penggal Sandera Asal Jepang Haruna Yukawa

Berita terkini – ISIS memenggal sandera asal Jepang, Haruna Yukawa dan mengedarkan video eksekusi tersebut pada Minggu (25/1). Ini menjadi bukti keseriusan ISIS untuk meminta pembebasan Sajida Rishawi, anggota wanita kelompok militan tersebut yang saat ini berstatus sebagai tawanan Yordania. Sebelumnya ISIS menculik dua warga negara Jepang, Haruna Yukawa dan Kenji Goto. Keduanya ditampilkan dalam sebuah video yang berisi ancaman agar Jepang bersedia membayar 200 juta dolar untuk pembebasan keduanay dalam jangka 72 jam. Karena pemerintah Jepang bergeming, ISIS kemudian merilis video pemenggalan Yukawa. Belum bisa dipastikan apakah video pemenggalan Yukawa tersebut asli atau palsu. Namun yang jelas ISIS j uga memunculkan Kenji Goto yang tengah memegang foto Yukawa yang sudah dipenggal. Goto digunakan ISIS untuk menyampaikan tuntutan pembebasan Sajida Rishawi yang ditawan Yordania. Sebuah suara dalam video yang diklaim berasal dari Goto mengungkapkan, “Anda (Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe) sudah melihat foto rekan saatu sel saya, dipenggal di tanah ISIS. Anda sudah diperingatkan, Anda diberi batas waktu, dan kini para penyekap saya bertindak sesuai ucapan mereka.” “(Perdana Menteri) Abe Andalah yang (sebenarnya) membunuh Haruna (Yukawa). Anda tidak memperhatikan ancaman dari para penculik saya secara serius, dan Anda tidak bertindak dalam 72 jam”. Suara yang diklaim berasal dari Goto menambahkan, “Jika Anda memberikan Sajida (Rishawi) kepada mereka, saya akan dibebaskan. Sekali lagi, saya ingin menekankan betapa mudahnya untuk menyelamatkan hidup saya. Anda membebaskan saudara mereka (Sajida) dari rezim Yordania, dan saya akan segera bebas.” Menanggapi beredarnya video tersebut, Shinzo Abe menganggap ISIS sudah keterlaluan. Ia menilai penculikan dan pemenggalan warga Jepang yang dilakukan kelompok tersebut sebagai ‘kejahatan yang tidak termaafkan’. Kepada Reuters, Abe menyatakan, “Kemarahan saya sangat kuat. Kami tidak akan menyerah pada terorisme.” Hal senada disampaikan oleh sekretaris kabinet Yoshihide Suga yang menuturkan, “Kami dengan tegas menginginkan pembebasan secepatnya atas tawanan yang tersisa, Tuan Kenji Goto, tanpa ada penyiksaan (dari ISIS).”

Sumber: Sidomi