Jatim Raih Anugerah Parahita Ekapraya Ke-10 Kali

Jakarta – Untuk ke-10 kalinya, Provinsi Jawa Timur (Jatim) meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) di tahun 2016 ini, untuk kategori mentor yang diisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Bersama dengan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), DKI Jakarta dan Kepulauan Riau (Keppri), APE diberikan langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (21/12). Masih untuk kategori mentor, APE kategori Kementerian/Lembaga, diberikan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian Pertanian (Kementan). Sedangkan, untuk kategori Kabupaten/Kota, APE tahun 2016, diberikan kepada Kota Surabaya, Kota Denpasar, Kota Bandung, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Badung. Dalam sambutannya, Wapres JK mengingatkan bahwa APE sesungguhnya adalah tolok ukur atas upaya untuk memberikan peranan yang baik terhadap perempuan dan perlindungan anak. Meskipun, JK mengatakan bahwa Indonesia memiliki prestasi yang baik dalam hal kesetaraan gender. Terbukti, pernah mempunyai presiden perempuan yang bahkan di Amerika Serikat sebagai negara demokrasi terbesar belum pernah ada presiden perempuan. “Di kabinet (kerja), 24 persen menteri adalah perempuan. Termasuk yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Itu juga menjadi bagian dari pada upaya kita. Diharapkan juga peran di daerah di bidang politik,” kata JK usai memberikan penghargaan APE. Oleh karena itu, JK mengajak daerah turut mendukung pemberian tempat bagi perempuan dalam bidang politik. Selain itu, dalam sambutannya, JK juga mendorong adanya dukungan terhadap pelibatan perempuan dalam bidang ekonomi. Mengingat, tingkat pendidikan kaum perempuan juga sudah sangat maju sehingga mampu bersaing dengan kaum pria. “Kemajuan pendidikan dan teknologi lah yang mengantar peranan perempuan itu lebih baik dan secara sosial politik yang berubah sehingga masalah gender tidak lagi masalah suatu perjuangan. Tetapi masalah implementasi dan juga perubahan sosial lainnya yang di masyarakat kita agak lebih baik. Jadi peran itu harus di mulai dari rumah tangga, ke daerah, ke sosial, komunitas ke daerah dan tentu secara nasional kita upayakan itu,” ungkapnya. Untuk diketahui, APE adalah penghargaan atas semangat dan antusiasme terhadap institusi dari pusat hingga daerah yang peduli terhadap perempuan dan anak Indonesia. APE tahun 2016, diberikan kepada 12 Kementerian/Lembaga, 17 Provinsi dan 84 Kabupaten/Kota sebagai bentuk penghargaan atas upaya pengarusutamaan gender dan pengarusutamaan hak anak yang telah diimplementasikan. Novi Setuningsih/FMB Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu