Jurus Rodgers Mengubah Wajah dan Peruntungan Liverpool

, Jakarta – Liverpool ibarat gadis yang sudah melakukan operasi pelastik. Wajahnya buruk dan kurang sedap dilihat pada awal musim ini. Tapi, kini, wajah itu seperti sudah dipermak: kinclong dan menawan. Dua wajah berbeda itu bisa tergambar dari statistik mereka. Pada paruh pertama musim ini, dalam 19 pertandingan pertama, The Reds benar-benar kedodoran. Mereka hanya bisa delapan kali menang. Dalam tujuh laga lain, mereka kalah dan empat kali ditahan seri. Tapi, pada paruh kedua, tepatnya sejak laga ke-17 atau saat bisa menahan Arsenal 2-2, mereka mampu bangkit. Hingga kini, mereka tak terkalahkan dalam sepuluh laga, yang tujuh di antaranya berujung kemenangan. Kemenangan terakhir mereka raih atas Southampton, dengan skor 2-0, dalam laga kemarin malam. Hasil itu mengantar mereka ke posisi keenam klasemen, terpaut dua angka saja dengan Manchester United di posisi keempat. Brendan Rodgers menyebut hasil itu sebagai langkah besar bagi timnya. Ia pun menegaskan, untuk mencapai posisi ini, timnya sudah bekerja sangat keras. “Periode pertama musim ini sama sekali tak sama dengan musim lalu. Kami pun harus mencari solusi,” kata Rodgers. “Kami harus melakukan restrukturisasi dan mengatur tim secara berbeda untuk menemukan kembali soliditas serta keseimbangan dalam penyerangan dan pertahanan.” Ia senang melihat sikap para pemainnya selama proses itu. “Respons mereka sangat luar biasa. Kami kini bermain dua atau tiga kali seminggu dalam empat bulan terakhir,” kata Rodgers. “Saat tim berada dalam kondisi seperti dua setengah bulan terakhir, kami menikmati setiap laga yang kami jalani.” Salah satu perubahan besar yang dilakukan pelatih asal Irlandia Utara itu adalah penggunaan pola 3-4-3, yang mampu membuat tim itu lebih agresif dan dinamis. Kini, konsistensi Liverpool itu masih akan diuji saat melawan tim besar. Ujian itu pun sudah akan datang dengan segera, yakni saat mereka menjamu Manchester City, juara bertahan yang kini menempati posisi kedua klasemen, dalam laga berikutnya. | NURDIN

Sumber: Tempo.co