KENAIKAN HARGA BBM Harga Minyak Dunia Melemah, Masihkah Jokowi Ngotot Naikkan Harga BBM?

Solopos.com, JAKARTA — Harga minyak dunia terus turun atau melemah. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak melemah 0,33% pada pukul 13.39 WIB, Selasa (28/10/2014). Hal ini menimbulkan pertanyaan masihkah pemerintah Presiden Jokowi ngotot menaikkkan harga BBM dalam waktu dekat? WTI untuk pengiriman Desember tahun ini di bursa New York pada waktu tersebut ada di level US$80,73/ barrel. Zulfirman Basir, Analis PT Monex Investindo Futures, mengatakan sentimen negatif minyak muncul dari keengganan negara OPEC untuk memangkas produksi seperti diindikasikan oleh Direktur Perusahaan Nasional Minyak Iran Mohsen Qamsari. “Investor juga terlihat waspada menanti data cadangan minyak AS besok yang diprediksi akan menegaskan kekhawatiran akan over-supply. Ini mungkin dapat memberikan sentimen negatif untuk minyak,” ujarnya melalui riset yang diterima Bisnis , Selasa (28/10/2014). Dia menambahkan, laporan pagi ini yang menunjukan kenaikan laba industri Cina mungkin dapat redakan kecemasan atas outlook pertumbuhan ekonomi raksasa Asia tersebut. Namun, pasar masih khawatir dengan ancaman perlambatan ekonomi zona-euro pasca berkurangnya indeks sentimen bisnis Jerman kemarin. “Outlook minyak menjadi netral, namun minyak dapat mengalami pelemahan dengan target penurunan US$77,3/barel dan stop-loss US$82/barel. Minyak WTI mungkin akan diperdagangkan di kisaran US$79,45 hingga US$81,9/ barel untuk hari ini,” jelas Zulfirman. Alternatif Selain Kenaikan Harga BBM Ekonom yang pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli, menyarankan Jokowi untuk tidak percaya dengan saran-saran orang di sekelilingnya untuk menaikkan harga BBM. “Jangan terlalu percaya dengan orang-orang yang mendesak kenaikan harga BBM. Jangan-jangan ada motif lain,” kata tanpa menyebut nama orang yang mendesak kenaikan harga BBM itu. Menurutnya, ada cara lain yang lebih cerdas untuk menyelamatkan APBN, seperti prinsip subsidi silang namun negara tetap untung. Caranya seperti yang pernah dia ungkapkan sebelumnya, yaitu menciptakan BBM rakyat dengan oktan rendah. BBM ini seharusnya sangat berbeda dengan premium saat ini yang oktannya tinggi, yaitu 88. “Kita bikin BBM oktan rendah, oktannya 83 misalnya. Dengan cara ini, pengendara motor yang merupakan massa Jokowi masih bisa diselamatkan, 2 juta nelayan tertolong, mobil angkut tertolong. Tapi mobil bagus mesinnya rontok jika pakai BBM ini. Pada saat yang sama, harga Pertamax dan Pertamax Plus dinaikkan.” lowongan kerja lowongan kerja Perusahaan distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos