Panglima Angkatan Darat Tunisia Mundur

RIMANEWS-Panglima Angkatan Darat Tunisia telah mundur, kata Kementerian Pertahanan, Rabu (30/7), saat militer berjuang untuk menangani serangan oleh gerilyawan yang memiliki kaitan dengan Al Qaida. Awal Juli, 15 prajurit Tunisia tewas, ketika puluhan pria bersenjata yang menggunakan granat berpeluncur roket menyerang dua pos pemeriksaan di Chaambi, salah satu serangan paling mematikan di Angkatan Bersenjata di negeri Afrika Utara itu. Baca Juga Wanita Muslim akan jadi perdana menteri Rumania Pria Malaysia sembunyikan 900 gram heroin di celana dalam Kepsek di China diskors setelah 400 siswanya ujian di tengah kabut polusi “Kami mengkonfirmasi pengunduran diri Jenderal Mohammed Salah Al-Hamedi, Kepala Staf Angkatan Darat Tunisia, karena alasan pribadi,” kata Rachid Bouhoula, Juru Bicara Kementerian Pertahanan, sebagaimana dikutip Reuters. Ia menambahkan Kolonel Mayor Mohssen Al-Farissi akan mengambil-alih peran Al-Hamedi sampai presiden menunjuk kepala staf baru. Bentrokan antara gerilyawan dan Angkatan Bersenjata telah meningkat selama beberapa tahun sejak revolusi 2011 menggulingkan presiden Zine El-Abidine Ben Ali. Sejak April, ribuan prajurit Tunisia telah ditempatkan di Wilayah Chaambi, yang berbataan dengan Aljazair, yang digunakan oleh gerilyawan sebagai tempat persembunyian. Sebagian petempur telah berada di daerah tersebut sejak mereka menghindari serbuan Prancis di Mali tahun lalu. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Mohammed Salah Al-Hamedi , Tunisia , timurtengah , Internasional

Sumber: RimaNews