Rekam Data E-KTP di Provinsi Bengkulu Baru Terealisasi 68,17%

Bengkulu – Hingga akhir September lalu, realisasi rekam data e-KTP di Provinsi Bengkulu, baru mencapai 68,17 persen dari wajib KTP sebanyak 1.413.796 jiwa. “Sampai September lalu realisasi rekam data e-KTP di Provinsi Bengkulu, baru mencapai 68,17 persen. Dengan angka persentase ini maka masih ada 179.402 jiwa wajib KTP belum melakukan rekam data e-KTP,” kata Kabid Kependudukan dan Catatan Sipil, Biro Pemerintahan, Pemprov Bengkulu, Jalaluddin, di Bengkulu, Kamis (13/10). Ia mengatakan, warga Bengkulu sebanyak 179.402 jiwa yang belum melakukan rekam data e-KTP tersebut, tersebar di 10 kabupaten dan kota di daerah ini. Namun, Jalaluddin tidak merinci secara pasti jumlah warga yang belum rekam data e-KTP di masing-masing kabupaten dan kota di Bengkulu. “Yang jelas, sampai Oktober ini, masih ada ratusan ribu warga Bengkulu, yang belum merekam data e-KTP,” ujarnya. Masih rendahnya realisasi rekam data e-KTP di Bengkulu, katanya, disebabkan beberapa faktor, antara lain alat perekam yang ada di kantor kecamatan sering rusak, listrik PLN tak stabil, luas wilayah cakupan dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk aktif mendatang kantor camat untuk merekam data e-KTP tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, Dukcapi kabupaten dan kota di Bengkulu, selain melakukan perbaikan alat rekam e-KTP yang rusak juga aktif memanggil warga melalui perangkat desa setempat untuk datang ke kantor Camat setempat guna merekam data e-KTP. Upaya lainya, Kemendagri telah memperpanjang batas waktu rekam data e-KTP hingga 2017 mendatang. Dengan demikian, masih ada waktu panjang bagi masyarakat untuk melakukan rekam e-KTP. Meski demikian, Pemprov Bengkulu tetap menargetkan rekam data e-KTP di 10 kabupaten dan kota harus tuntas pada 2016 ini. Pasalnya, tahun depan Dukcapil hanya fokus pada rekam data e-KTP untuk wajib KTP yang berusia 17 tahun saja. Karena itu, rekam data e-KTP untuk semua usia di Bengkulu, harus tuntas pada akhir Desember mendatang. “Kami optimistis target ini dapat dicapai dengan baik jika perangkat desa aktif mengumpulkan warga untuk rekam data e-KTP di kantor camat setempat,” ujarnya. Jalaluddin menambahkan, kabupaten tertinggi realisasi rekam data e-KTP adalah Mukomuko mencapai 99,5 persen dari wajib KTP sebanyak 116.839 jiwa. Sedangkan 9 kabupaten dan kota lainnya masih dibawah 75 persen. Usmin/FMB Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu