Timnas tanpa Maung dalam satu dekade terakhir

Sindonews.com – Untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir, Persib Bandung tak menyumbang pemain ke tim nasional Indonesia di ajang resmi. Penyebabnya bukan karena kualitas para pemain yang dimiliki Persib tak cukup pantas menggunakan kostum Merah Putih. Bukan rahasia umum, jika konflik organisasi telah menggerogoti hak para pemain untuk membela timnas Indonesia. Mungkin hanya di Indonesia, ada dua timnas Indonesia. Yang satu milik PSSI, satu lagi dibentuk organisasi yang merasa lebih berhak memegang kendali pengelolaan sepak bola di Indonesia. Setelah legenda Persib, Robby Darwis mundur dari timnas Indonesia seusai SEA Games 1997. Maung Bandung sempat vakum menyumbang pemain ke timnas. Kondisi tersebut searah jarum jam dengan prestasi Persib di akhir 1990-an yang cenderung mengalami penurunan. Baru pada awal tahun 2000-an, Persib kembali menyumbang pemainnya ke timnas. Adalah gelandang serang lincah milik Persib kala itu, Yaris Riyadi yang sukses menembus timnas. Dengan modal skill dan teknis memadai kiprah Yaris di timnas lumayan awet termasuk ketika ia ikut membantu timnas melaju ke final Piala AFF 2004. Setelah Yaris, muncul nama Eka Ramdani yang menjadi wakil Persib di skuad Garuda. Sama halnya dengan Yaris, karir Eka di timnas cenderung awet meski secara reguler tak pernah jadi pilihan utama. Namun, status sebagai pemain timnas sudah kadung melekat dalam diri Eka. Dalam empat musim terakhir, Persib bahkan kerap jadi salah satu klub yang mendominasi susunan pemain timnas. Maman Abdurahman, Nova Arianto, Eka Ramdani, Christian Gonzales, Hariono dan Markus Haris Maulana adalah para pemain yang dipanggil ke timnas saat mereka masih berkostum Persib. Di Piala AFF 2012, Persib sebenarnya berpeluang menyumbangkan banyak pemainnya ke timnas. Diantaranya I Made Wirawan, Tony Sucipto, Supardi Nasir, M. Ridwan, Atep, Firman Utina, Hariono dan Asri Akbar merupakan para pemain yang bisa dikatakan termasuk para pemain yang layak mendapatkan kesempatan membela timnas. Sayangnya upaya pelatih tim nasional Indonesia, Nil Maizar memberikan tempat kepada para penggawa Persib, terhalang tembok kepentingan kelompok. Firman Utina dan I Made Wirawan, dua pemain yang sebenarnya masuk proyeksi persiapan tahap akhir timnas gagal berangkat ke kamp pemusatan timnas setelah ‘dilarang’ pengurus teras Persib yang tentu lebih mendukung kebijakan kelompok dimana Persib berpijak saat ini. ( wbs ) dibaca 6.655x

Sumber: Sindonews