Djarot: Asian Games Jangan Seperti PON, Gelagapan Kabeh

Rimanews – Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mendesak agar pengerjaan renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dipercepat agar sesuai dengan target pelaksanaan Asian Games XVIII 2018 mendatang. Menurut Djarot, jangan sampai perhelatan Asian Games di Jakarta bernasib seperti perayaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Baca Juga Slank dukung Ahok-Djarot Tukang bubur divonis dua bulan penjara, Djarot: biar jera Ahok Sidang Penistaan Agama, Djarot Hadiri Sidang Tukang Bubur Wapres JK: Kasus Korupsi Sekjen KOI Memalukan Warga Doakan Djarot Jadi Gubernur DKI “Pengalaman di PON kemarin itu benar-benar kedambyaan , ketika mau tes event gelagapan kabeh . Ini tidak boleh,” ujar Djarot, saat rapat bersama pengelola SUGBK, Kementerian Sekertaris Negara, dan Satgas Infrastruktur Asian Games, di Stadion GBK, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2016). Mantan Wali Kota Blitar, Jawa Timur itu mengaku masih ingat betul bagaimana kualitas perhelatan saat dirinya sempat meninjau langsung PON di Bandung beberapa waktu lalu. Saat ini masih ada ruang dan pembangunan fisik venue yang mangkrak saat PON sedang dihelat. “Coba lihat di Jabar kemarin di Bandung ada beberapa venue yang tidak jadi pakai, saya gak tahu lupa. Jadi jangan sampai ada yang mangkrak. Kalau mangkrak apa kata dunia, yang lihat ini semua masyarakat Asia lho,” kata Djarot. Saat itu Djarot beserta rombongan sempat meninjau progres pembongkaran dan renovasi mock up kursi tribun, pembongkaran field of play (FOP) dan pembongkaran aset ( bench kayu, single seat , lampur dan komponen bangunan lainnya) di Stadion Utama GBK, serta meninjau pembangunan Venue Stadion Renang (Aquatic). Terkait renovasi Tenis Indoor dan Outdoor Centercourt, saat ini progresnya sudah memasuki pekerjaan struktur dan arsitektur ( waterproofing , pengecekan struktur atap, pekerjaan fasad bangunan dan lainnya). Stadion tersebut dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) dengan nilai kontrak Rp 92 miliar dan ditargetkan selesai pada Juni 2017. Untuk renovasi Stadion Utama GBK, menjadi pekerjaan konstruksi terbesar dengan nilai kontrak Rp 769 miliar dan dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk KSO PT Penta Rekayasa. Kemudian untuk renovasi Stadion Renang (Aquatic) dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) dengan nilai kontrak Rp 274 miliar. Pengerjaan renovasi Stadion GBK dan Stadion Renang tersebut ditargetkan selesai pada Oktober 2017. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Asian Games , PON Jabar , Djarot , Olahraga

Sumber: RimaNews