Fiorentina Membawa Inter Milan Kembali ke Bumi

Metrotvnews.com, Milan: Inter Milan seolah berada di atas awan usai menang beruntun pada lima laga awal Liga Italia Serie-A 2015—2016. Fakta bahwa mereka berada di puncak klasemen sementara hingga giornata kelima membuat pemain La Beneamata mulai menatap gelar juara dengan penuh harap. Akan tetapi, mimpi manis itu mendadak terlihat buram usai melakoni pekan keenam Serie-A musim ini, Senin 28 September. Fiorentina menjadi sosok yang membangunkan La Beneamata dari tidur sekaligus membawa kembali skuat asuhan Roberto Mancini menapak bumi. Inter yang sedang on fire dibantai La Viola dengan skor 1-4. Terasa makin pahit karena kekalahan itu terjadi saat tampil di hadapan pendukung sendiri di Stadion Giuseppe Meazza. Baca juga Pavel Nedved Disanksi FIGC Perpanjangan Kontrak Tertunda, Donnarumma Terancam Hengkang dari Milan Highlight Liga Italia Seri A Pekan ke-15 Brandconnect 8 Jajanan Indonesia Terlezat untuk Dicicipi Kekalahan dari Fiorentina ibarat bom waktu bagi Inter. Allenatore La Beneamata, Roberto Mancini sadar akan hal itu. Baginya, menempati posisi pertama hingga pekan kelima hanyalah prestasi semu. Tak heran jika mantan manajer Manchester City tersebut mengingatkan fan dan pemain agar tidak berpikir muluk serta merasa jemawa. “Dua musim lalu, Roma meraih 10 kemenangan beruntun pada awal kompetisi. Tapi, pada akhir musim gagal juara. Itu membuktikan, perjalanan di Seri-A sangat panjang bagi. Inter harus tampil konsisten agar bisa keluar sebagai juara. Jadi pencapaian saat ini harusnya tidak menjadi patokan,” ujar Mancini. Wajar Mancini bersikap demikian. Puncak klasemen yang didapat Inter memang tidak mencerminkan kejadian yang sebenarnya terjadi di lapangan. Faktanya, Inter cuma menang dengan skor tipis saat melawan Atalanta pada giornata pertama. Gol kemenangan pun baru hadir pada menit-menit akhir. Nasib baik dan Dewi Fortuna kembali menghampiri Inter pada pekan kedua. Ketika itu, Inter meraup tiga poin usai Stevan Jovetic mencetak gol lewat penalti pada menit ke-89. Pada tiga laga selanjutnya, Jovetic dkk meraih kemenangan dengan cara yang kurang meyakinkan. Berturut-turut AC Milan, Chievo, dan Verona dibekuk hanya dengan skor 1-0. Hasil-hasil itu tidak memperlihatkan Inter sebagai tim juara. Mereka jauh dari kata sempurna dan belum menyamai level tim-tim yang sudah memiliki embrio juara sejak awal musim seperti Bayern Muenchen di Bundesliga 1 atau Barcelona di La Liga Spanyol. Statistik makin mempertegas analisis tersebut. Kombinasi Felipe Melo dan Geoffrey Kondogbia di lini tengah hanya bisa membuat Inter mencatat rata-rata penguasaan bola hingga 56,3 persen dan melepaskan umpan akurat sebanyak 509 per pertandingan hingga saat ini. Dengan torehan seperti itu, La Beneamata hanya menjadi tim terbaik kelima di Serie-A pada musim ini. Inter beruntung bisa menempati puncak klasemen pada awal 2015–2016. Tapi La Beneamata pantang hanya mengandalkan hal itu untuk meraih scudetto musim ini. Mata seluruh penggawa La Beneamata harusnya makin terbuka pada saat ini. Terutama setelah Fiorentina memberikan pelajaran penting dan menunjukkan kepada publik bahwa Inter yang sempat duduk di puncak klasemen selama lima pekan sebetulnya adalah tim yang rapuh. Pe-er besar menanti Mancini. Jika bermimpi menjadi juara, ia harus lebih dulu bisa membuktikan Inter bukan sekadar tim yang cuma menunggu hadiah dari Dewi Fortuna. (HIL)

Sumber: MetroTVNews