Jokowi Yakin Efisiensi Pengadaan Bisa Hemat Rp 795 Triliun

Rimanews – Pengadaan barang dan jasa pemerintah baik melalui APBN dan APBN, serta BUMN bisa mencapai Rp 2.650 triliun. Besarnya pengadaan bisa dihemat hingga 30 persen atau sekitar Rp 795 triliun jika dilakukan efisiensi. Presiden Joko Widodo menjelaskan, pada tahun 2015 ini pengadaan barang dan jasa di pemerintah lewat APBN atau APBD ada kurang lebih Rp 1000 triliun, kemudian pengadaan barang dan jasa di BUMN 2015 kurang lebih Rp 1560 triliun, sehingga totalnya Rp 2650 triliun. Baca Juga DKI Akan Buat Underpass Mampang Kuningan Raksasa Internet Jepang Investasi Rp 664 Triliun di Amerika Pemerintah Tetapkan Patokan Harga Ayam “Saya hanya membayangkan kalau sistem dari e -catalog, e-purchasing itu dijalankan, saya pernah ngeliat bisa efisien kurang lebih 10 persen, ini bukan uang yang sedikit. Kalau ditngni secara profesional dengan sistem pngawasan yang baik, di LKPP akan terjadi efisiensi 20- 30 persen. Perkiraan saya bisa sampai 30 persen,” papar Jokowi. Hal itu disampaikan Jokowi saat meluncurkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (26/5/2015) . Jokowi mengemukakan, dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi tindakan pencegahan tidak kalah pntingnya dengan tindakan penegakan hukum. Ia menyebutkan, membangun sistem yang baik, membangun sistem yang efektif akan banyak mngurangi korupsi. Membangun sistem yg baik , menbangun sistem yang efektif, kata Presiden Jokowi, akan banyak mngurangi korupsi. Ia menyebutkan, sistem yang baik itu bisa berupa e-budgeting, e-government, e-purschasing,e katalog ,e-audit , dan pajak. Karena itu, lanjut Presiden Jokowi, ia sering menyampaikan untuk membangun sistemnya karena itu akan jadi pagar yang besar, tembok yang besar dalam pencegahan korupsi. “Kalau masalah ada yang loncat pagar itu penegakan hukum,” tambah Presiden. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : pengadaan barang dan jasa , Keuangan , Ekonomi

Sumber: RimaNews