Otak Peredaran Narkoba di Lapas Terpidana Kasus yang Sama

Rimanews – Kabag Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Selamat Pribadi, mengatakan, tersangka AA, otak pengendali peredaran narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan terpidana kasus yang sama, dan sedang menjalani masa tahanan tujuh tahun di dalam Lapas Karawang, Jawa Barat “Untuk AA ini memang sudah kasus narkoba sebelumnya, diputus tujuh tahun penjara,” terangnya saat ditemui di kantor BNN, Jakarta, Sabtu (23/05/2015). Baca Juga Buwas: Waspadai Perang Candu Kepala BNN: Hukuman Mati Terhadap Bandar Narkoba Masih Sedikit Jokowi Kaget Lihat 445 Kilogram Sabu Sebelumnya, kata Selamat, AA dicokok saat dirinya masih bertugas menjadi penyidik BNN, hingga pada akhirnya AA dijebloskan ke Lapas Banceuy. Sebab itu, besar kemungkinan AA mengenal sosok oknum sipir bernama Dedi Rohmadi yang kini menjadi tersangka, karena menjadi kaki tangan peredaran narkoba di dalam Lapas. “AA itu dulu saya yang tangkap tahun 2013 lalu dan dipenjara di Bandung, makanya dia mengenal oknum sipir,” terangnya. Dalam peredaran narkoba dengan barang bukti 16,3 kilogram sabu-sabu dan 778 butir ekstasi ini, BNN telah berhasil menciduk sembilan tersangka, dimana salah seorang tersangka tersebut merupaka oknum sipir di Lapas Banceuy, Bandung, Jawa Barat. Selamat menjelaskan, oknum sipir bernama Dedi Romadi ini belakang kerap menjadi pembantu AA dalam mengedarkan narkoba di dalam Lapas Banceuy, Bandung. “Jadi kronologinya si tersangka Iran ini menelpon AA agar dirinya dipertemukan dengan oknum sipir. Bertemulah mereka di kawasan Atrium Senen, saat itu kami tangkap,” ungkapnya. Dari tangkap tangan itu, kata Selamat, penyidik BNN berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 925 gram sabu. Lalu, setelah melakukan pengembangan lanjutan didapatkan 15,3 kilogram gram sabu dalam 17 kemasan dari tempat tinggal warga negara asing berkebangsaan Iran berinisal AI di apartemen Mitra Oasis, Jakarta Pusat. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Pengedar Narkoba , BNN , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews