Tahun 2013, Semua Motor Honda Gunakan Injektor

Perkembangan teknologi terus diikuti Honda, termasuk di Indonesia. PT Astra Honda Motor pemegang merek sepeda motor Honda di Indonesia, mulai Rabu, 23 November 2011, mencanangkan penggunaan peranti injeksi sebagai perangkat pengabutan bahan bakar (BBM) di semua produknya. AHM juga mematok target, pada akhir 2013, semua varian Honda di Indonesia telah menggunakan peranti itu. Yusuke Hori, Presiden Direktur AHM, dalam keterangan persnya mengatakan, “Kami targetkan, pada akhir 2013 nanti semua produk Honda telah menggunakan teknologi PGM-FI (programmed fuel injection) yang sesuai dengan ketentuan Euro3.” Konsekuensinya, harga produk yang menggunakan injeksi akan lebih mahal ketimbang yang menggunakan karburator. Namum produk tersebut menawarkan keuntungan yang lebih. Setidaknya, ada tiga keuntungan yang dihasilkan mesin yang menggunakan peranti injektor. Pertama, konsumsi BBM yang lebih irit. Hasil pengujian Honda menunjukkan, konsumsi BBM motor yang telah dilengkapi injektor ternyata 17 persen lebih irit. Pasalnya, tingkat keakuratan semburan BBM ke ruang bakar melalui peranti itu jauh lebih tinggi. Kedua, pembakaran sempurna sehingga motor jauh lebih bertenaga . Hal itu terjadi karena proses pembakaran yang jauh lebih sempurna karena takaran porsi BBM yang disemburkan dan dicampur dengan udara di ruang bakar dalam porsi ideal. Ketiga, gas buang atau CO2 yang dihasilkan jauh lebih sedikit. Hal itu dikarenakan BBM yang terbakar dengan sempurna sehingga BBM yang dibutuhkan oleh motor juga lebih sedikit. Bahkan, Honda mengaku, emisi gas buang tersebut 90 persen lebih rendah ketimbang versi motor yang masih menggunakan pengabutan BBM karburator. Selama ini telah ada beberapa produk Honda yang telah dilengkapi injektor yang dipasarkan di Tanah Air. Di antaranya Honda Revo AT, Honda Supra X 125 PGM-FI, Honda PCX 125, Honda CBR CBR250R , dan Honda CBR150R .

Sumber: Sidomi