Zidane Cetak Rekor Pribadi Usai Juara Piala Super Eropa

VIVA.co.id – Real Madrid sukses menjuarai Piala Super Eropa untuk ketiga kalinya, Rabu dini hari, usai mengalahkan Sevilla. Kemenangan Los Blancos terbilang dramatis karena harus melalui perpanjangan waktu. Kedua tim bermain imbang 2-2 di waktu normal. Madrid memastikan kemenangan usai Daniel Carvajal menceploskan si kulit bundar ke gawang Sergio Rico di menit 119. Dengan trofi ketiga ini, rekor pribadi dicatatkan pelatih Madrid, Zinedine Zidane. Pria yang akrab disapa Zizou itu menjadi orang keenam yang berhasil merasakan gelar juara Piala Super Eropa, sebagai pemain dan pelatih, dilansir Marca. Zidane merasakan gelar Super Eropa saat menjadi pemain pada 2002. Saat itu, Madrid mengalahkan wakil Belanda, Feyenoord, dengan skor 3-1. Gol kemenangan Madrid dihasilkan dari gol bunuh diri Patrick Paauwe, dan dua gol lagi dicetak Roberto Carlos dan Guti Hernandez. Sebelum Zizou, ada nama legenda sepakbola asal Belanda, Johan Cruyff. Cruyff meraih trofi Super Eropa saat memperkuat Ajax Amsterdam pada 1972. Kesuksesan tersebut diulanginya kala menjabat sebagai pelatih di Barcelona, 20 tahun kemudian. Nama berikutnya adalah Carlo Ancelotti. Pria asal Italia ini membawa klubnya, AC Milan, menjadi juara Piala Super Eropa sebanyak dua kali, 1989 dan 1990. Saat melatih, dia mengulanginya dengan mempersembahkan gelar Super Eropa untuk AC Milan pada 2003 dan 2007. Dari Spanyol, Luis Enrique dan Pep Guardiola mengangkat trofi Super Eropa kala masih aktif bermain untuk Barcelona pada 1997. Namun, saat menjadi pelatih, Enrique membawa El Barca juara pada 2015. Sedangkan Pep, dua kali membawa Barcelona juara Piala Super Eropa 2009 dan 2011. Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, juga masuk daftar. Dia menjuarai Piala Super Eropa 1999, saat masih aktif bermain untuk Lazio. Dan ketika menjadi pelatih, pria asal Argentina ini membawa Los Rojiblancos juara pada 2012. Ada satu nama lagi yang bisa saja masuk daftar. Dia adalah Gianluca Vialli. Namun, keabsahannya masih menjadi perdebatan. Sebab, dia memenangkan trofi Super Eropa 1998 sebagai pemain sekaligus pelatih klub berjuluk The Blues tersebut. (one)

Sumber: VivaNews