Abu Sayyaf Ancam Bunuh Sandera Asal Jerman

Rimanews – Abu Sayyaf, sebuah kelompok militan yang berbasis di Filipina menyampaikan ancaman akan membunuh dua orang Jerman yang disandera sejak April lalu. Abu Sayyaf meminta agar Jerman menghentikan pasokan dan dukungan kepada Amerika yang memimpin koalisi melawan ISIS. Baca Juga CIA dan Saudi Bertanggung Jawab Berdirinya ISIS Duterte Izinkan Indonesia dan Malaysia Basmi Penculik 16 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Koalisi Pimpinan AS di Suriah Tentara Irak Temukan Kuburan Massal di Dekat Mosul Abu Sayyaf Klaim Culik Warga Jerman dan Bunuh Rekan Wanitanya Kelompok garis keras yang beroperasi di sebelah selatan Filipina ini telah mendeklarasikan kesetiaan mereka pada ISIS, sebuah kelompok garis keras yang terus meluaskan areanya di Irak dan Suriah. Jerman mengatakan telah mendapat laporan tentang ancaman tersebut, namun menolak menarik dukungan terhadap tindakan AS yang memerangi ISIS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan, ancaman itu bukan cara yang tepat untuk mempengaruhi kebijakan Jerman di Suriah dan Irak. Ia juga menambahkan tak akan ada perubahan terhadap apa yang sudah menjadi kebijakan Jerman, termasuk didalamnya adalah memberikan dukungan dan keperluan militer kepada pejuang Kurdi untuk berperang melawan ISIS di Irak. Kelompok Abu Sayyaf adalah kelompok militan di Filipina yang mulai aktif sejak tahun 1990-an. Ini adalah kelompok kecil namun penuh kekerasan yang menjalankan perannya disebelah selatan Filipina. Kelompok ini dianggap sebagai organisasi teroris asing oleh Amerika, dan dianggap bersalah atas terjadinya serangan termasuk pemenggalan. Abu Sayyaf juga dikenal sebagai penculik warga asing dan warga lokal dan menjadikan mereka sebagai sandera, untuk meminta tebusan. Kelompok ini mengaku bertanggungjawab terhadap pemboman atas SuperFerry 14 yang terjadi tahun 2004. Serangan ini menjadi teror besar dimana 116 orang tewas. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Abu Sayyaf , isis , militan islam , sandera warga asing , asia , Internasional

Sumber: RimaNews