Pengamat: Soal Kasus Babinsa Tak Netral, Tim Jokowi-JK Harus Protes

RIMANEWS – Direktur Eksekutif Pusat Kajian Trisakti Fahmi Habcy menyarankan agar Tim Sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mengirimkan surat protes resmi kepada TNI, KPU, Bawaslu, dan Presiden terkait dugaan keterlibatan Bintara Pembina Desa (Babinsa) mempengaruhi pilihan warga. “Dibiarkan akan jadi kebablasan, karena Jakarta saja seperti ini, bagaimana di daerah-daerah luar Jawa? Membiarkan tindakan oknum TNI ini akan sangat mencoreng citra TNI yang telah dibangun sangat reformis sekaligus menempatkan TNI dalam posisi berhadapan dengan rakyat seperti sebelum 1998. Kita sayang TNI, mari kita jaga bersama,” kata Fahmi di Jakarta, Kamis (5/6). Fahmi mengatakan adanya dugaan keterlibatan Babinsa dalam mendata pemilih Pilpres dan preferensi pilihannya menimbulkan keraguan tentang netralitas TNI/Polri sebagaimana telah dinyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu. “Pilpres 2014 ini hendaklah berjalan dengan jujur, adil, dan profesional,” katanya. Ia berharap Presiden Yudhoyono menunjukkan ketegasannya dengan menindak oknum Babinsa dan atasan-atasannya yang terlibat dalam kegiatan itu. “Keberhasilan pilpres ini akan menentukan kualitas demokrasi Indonesia, juga meningkatkan citra pemerintahan SBY di mata internasional di penghujung kekuasannya. Bukankah itu yang menjadi impian SBY,” kata Fahmi. (mf/ant) Baca Juga Jokowi Abaikan Kasus-Kasus HAM Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Dora girang Aiptu Sutisna cabut laporan Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Polhukam , Babinsa , Fahmi Habcy , Jokowi-JK , Pusat Kajian Trisakti , Polhukam , Babinsa , Fahmi Habcy , Jokowi-JK , Pusat Kajian Trisakti , Polhukam , Babinsa , Fahmi Habcy , Jokowi-JK , Pusat Kajian Trisakti

Sumber: RimaNews