Perusahaan Diimbau Sediakan Ruang Laktasi

Suara.com – Kementerian Kesehatan mengimbau seluruh perusahaan di Indonesia lebih peduli pada pegawai perempuannya. Salah satu bentuk kepedulian tersebut adalah dengan menyediakan ruang laktasi bagi para pekerja perempuan yang telah menjadi ibu. “Penyediaan ruang laktasi ini penting. Keberadaan ruang laktasi secara tidak langsung akan berdampak pada kenyamanan pegawai wanita. Kalau mereka nyaman tentu kinerja lebih produktif,” kata Menkes Nila F. Moeloek pada peresmian “Tempat Pengasuhan Anak Serama” di halaman belakang Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (21/11/2014). Menurut dia penyediaan ruang laktasi wajib dilakukan oleh perusahaan yang memiliki pegawai perempuan. Terlebih ASI ekslusif merupakan hak anak yang harus diberikan ibu meski dalam kondisi bekerja. “ASI adalah hak anak yang harus mereka terima. Dan keuntungannya bagi ibu nggak perlu keluar uang buat beli susu. Jadi semua tempat kerja harus memfasilitasi anak dari ibu yg bekerja untuk memberikan ASI,” lanjut Nila. Sementara itu Muchtaruddin Mansyur, Direktur Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga yang ditemui di tempat yang sama menyatakan, perusahaan yang sekurang-kurangnya memiliki 100 pegawai perempuan harus memiliki ruang laktasi. Beberapa kementerian juga turut bekerja sama menggalakkan program pengadaan ruang Laktasi di tempat umum. “Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan kami Kementerian Kesehatan mendukung program ini. Namun secara teknis kami (Kemenkes) yang mengatur,” ujarnya. Seperti diketahui aturan pemberian ASI ekslusif sudah dicanangkan melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 33 Tahun 2012. Dalam aturan itu disebutkan, ASI eksklusif wajib diberikan kepada bayi sampai usia enam bulan.

Sumber: Suara.com