Transisi Pemerintahan Ide SBY, Bukan Jokowi

RIMANEWS-Presiden terpilih Joko Widodo sudah membentuk tim transisi. Tim dipimpin oleh mantan menteri perindustrian yang menjabat sebagai kepala staf yaitu Rini Mariani Soemarno Soewandi. Menurut Jokowi, ada empat tugas utama tim yakni mempersiapkan hal-hal strategis berkaitan dengan pembahasan APBN 2015, mempersiapkan konsep kelembagaan pemerintahan di bawah presiden, baik kantor kepresidenan maupun arsitektur kabinet, menjabarkan lebih rinci visi dan misi presiden dan wakil presiden terpilih dalam rencana dan program kebijakan. Terakhir, mempersiapkan agar program-program yang bisa dilakukan dipercepat. Misalnya Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat sehingga betul-betul nantinya bisa diberikan ke masyarakat. Selain Rini, dalam tim sersebut ada empat deputi yang mewakili beberapa bidang. Keempat deputi tersebut adalah, Hasto Kristiyanto , Anies Baswedan, Akbar Faizal dan Andi Widjajanto. Baca Juga Komisi XI: Ekonomi Mandiri Hindari Penguatan Mata Uang Asing Tolak Dolar, Jokowi Pilih Yuan untuk Nilai Tukar Rupiah Jokowi Kaget Lihat 445 Kilogram Sabu “Kantor ini dipimpin oleh kepala staf di sebelah saya, Ibu Rini Soemarno. Dibantu empat deputi, Hasto, Anies, Akbar dan Andi,” jelas Jokowi usai peresmian Rumah Transisi di Jalan Situbondo nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/8). Sebelumnya, Jokowi meresmikan Rumah Transisi yang berada di Jalan Situbondo nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat. Jokowi mengatakan, tujuan pembentukan rumah untuk mempersiapkan pemerintahan selanjutnya yang akan dipimpin olehnya. “Kantor ini kita mulai sekarang karena kita harus mempersiapkan semua. Di depan kita sampaikan, tetap menghormati proses Mahkamah Konstitusi. Tugasnya mempersiapkan hal-hal strategis berkaitan dengan APBN 2015 dan juga berhubungan dengan pemerintah sekarang,” jelasnya di Rumah Transisi, Senin (4/8). Klaim SBY Terkait ide transisi pemerintahan, Presiden SBY mengklaim ide tersebut pertama kali disampaikan oleh dirinya dan bukan berasal dari Jokowi. “Ide semacam transisi atau pengalihan dari presiden lama ke presiden baru itu ide saya beberapa bulan lalu,” ujar SBY saat membuka sidang kabinet terbatas di kantor kepresidenan, Jakarta (Senin, 4/8). “Saya ingat tahun 2004 tidak terjadi transisi, bahkan kita sulit dapat akses transisi,” kenang SBY ketika pertama kali terpilih menjadi presiden tidak mengalami transisi dari presiden sebelumnya, Megawati Soekarnoputri. Menurut SBY adanya transisi pemerintahan sangat diperlukan. Karena dengan begitu presiden dan pemerintahan baru tidak kehilangan arah saat mulai memimpin Indonesia. “Kita akan ubah tradisi politik sehingga baik untuk presiden yang akan datang dan baik untuk rakyat Indonesia,” katanya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : SBY , Jokowi , politik , Nasional

Sumber: RimaNews